Beberapa hari ini, saya kesulitan
tidur. Memang, jam tidur saya jam dua belas malam. Tapi, beberapa hari ini saya
baru bisa tidur jam dua pagi. Untuk beribadah pun menjadi alakadarnya. Sekadar
sholat, kemudian selesai. Tidak ada permohonan. Tidak ada doa-doa. Tidak ada
bacaan ayat suci. Seakan, saya lelah. Dan memang, saya lelah. Saya lelah
berharap, bahkan berharap kepada-Nya pun saya tidak berani.
Saya tidak pernah berpikir untuk
mengakhiri hidup. Saya hanya ingin menghilang. Meninggalkan semua yang saya
kejar selama dua tahun ini. Saya tengah berada di titik terendah, sehingga saya
tidak tahu harus ke mana.
Setiap pagi, saya selalu
berpikir, “Saya tidak berguna.” Seandainya saya tak ada pun, tidak akan ada
yang berubah dengan dunia.
Saya pun berpikir, “Allah ada
nggak, sih? Allah sayang saya tidak, sih?” Kalau Ia mengambil seseorang yang
saya harapkan selama ini, kenapa Allah tak mengantinya lagi? Sekadar memberi
saya kebahagiaan dengan memiliki buku solo.
Pada kenyataannya, Allah tidak
memberikannya.
Kalau dia yang bersalah, kenapa
saya yang begitu menderita? Dia bebas bahagia dengan hidupnya.
Saya lelah.
Saya capek.
Saya tidak berguna.
