Betapa lucunya kau. Mengaku mencintainya, tapi tak mau bercengkeraman dengan sakit hati.
Betapa lucunya kau. Menari-nari di atas penderitaan orang lain, kemudian karma menyambutmu. Kau pun menyalahkan takdir.
Betapa lucunya kau. Merengek-rengek telah tersakiti, padahal kau sendiri yang mengkhianati.
Betapa lucunya kau. Tersedu-sedu ketika ditinggalkan, tapi kau tak punya niat mempertahankan.
Betapa lucunya kau. Merasa menjadi orang paling menderita, tapi kau pun tega menyakiti.
Wulan K.

1 Komentar
hmmm....
BalasHapusTerima kasih sudah berkomentar :)