Sejujurnya, saya benci dengan pertemuan karena ia datang bersama perpisahan. .
Saya perempuan yang mudah jatuh hati. Mudah menganggap semua orang bisa menjadi kawan, meskipun pada akhirnya mereka pergi sebagai lawan.
Seperti sore waktu itu, masing-masing kita enggan tuk berpisah, meskipun senja sudah memberikan tanda. .
Kita berpisah dengan ribuan kemungkinan tak akan bertemu kembali. Kekhawatiran-kekhawatiran yang selalu menghantui.
Padahal, senja selalu datang esok hari. Tuhan selalu menepati janji-janjiNya.
Lalu, apa lagi yang kautakutkan akan pertemuan?


0 Komentar
Terima kasih sudah berkomentar :)