Selongsong peluru berserakan pada rumput di tepi kakimu
Pijakan yang dulunya menahanmu kuat-kuat, kini merapuh
Ada kisah pada awal bulan November
Hujan turun berlarian berkawan kenangan dan sepi
Tepat di tepi jendela kamarmu, kau murung
Menatapi tetesan air yang jatuh tak usai-usai
Ada penyesalan di balik awan-awan kelabu yang menggantung;
Pada langit-langit matamu
Peluru-peluru yang kau lesatkan, tepat sasaran
Mengenai dada seorang perempuan
Perempuan yang melangitkan doa-doa di sepertiga malam;
Berharap hanya padamu ia akan pulang
Nyatanya, kau tak ingin menjadi rumah baginya
Sepertiga malamnya kini menjadi malam-malam paling
menyesakkan
Peluru-peluru yang bersarang tak kunjung jua ia lepaskan
Padahal ia tahu pasti,
itu menyakitkan
Merampas hatinya terus menerus, bagai hujan awal November
Dan, perempuan itu aku.
Mojokerto, 01 November 2019

0 Komentar
Terima kasih sudah berkomentar :)