Katanya, kau mencintaiku.
Tapi, kau tak pernah rela meninggalkan kekasihmu.
.
.
.
.
.
Malam itu, kita berada di halaman
kampus. Kau datang terlambat dari waktu janji temu. Kau sibuk dengan latihan
demi latihan pecinta alam, sedangkan aku tetap menunggu.
.
.
.
.
.
Malam itu, kita tidak hanya
berdua. Ada dua orang kawanku yang menemani, dengan sesekali mencuri dengar
perbincangan kita. Lalu, kau meraih komputer portabel yang berada di depanku,
membuka aplikasi notepad.
.
.
.
.
.
“Teman kamu, mendengar
pembicaraan kita.”tulismu, di sana.
.
.
.
.
.
Seperti biasa, aku hanya
tersenyum, hal sama yang kulakukan ketika kau bilang cinta. Selama sebulan
penuh, aku menggantungmu. Ada keraguan yang mendalam mengenai statusmu. Tak
mungkin, lelaki sepertimu masih sendiri. Ternyata benar, kau memiliki seorang
perempuan yang selalu menunggumu- sama sepertiku.
.
.
.
.
.
Kukatakan padamu,”Kalau kau ingin
bersamaku, tinggalkan dia.”Tanpa keraguan, kau menolak. Kau berkata,kau
mencintai perempuanmu sama halnya kau mencintaiku.
.
.
.
.
.
.
Kau ingin tetap bersamaku.
.
.
.
.
.
Sayang, ada yang ingin kutanyakan
padamu, cinta macam apa yang hendak kau berikan padaku? Karena yang kutahu,
cinta tak pernah mendua.

0 Komentar
Terima kasih sudah berkomentar :)